diposkan pada : 27-01-2021 15:09:44

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan ekspor Indonesia pada Januari 2016 sebesar 11,88 persen menjadi USD 10,50 miliar dibanding ekspor Desember 2015. Penurunan ini paling tinggi di sektor bahan bakar mineral sebesar 23,92 persen.

Meski terjadi penurunan, BPS menemukan adanya peningkatan ekspor produk-produk pertanian seperti kopi. Selain itu, produk perikanan juga mengalami peningkatan di Januari 2016.

Tak hanya kopi, produk-produk kerajinan tangan dan komoditas asal Indonesia juga merambah pasar dunia. Produk Indonesia rupanya banyak diminati di pasar dunia. Hal ini terbukti setiap tahunnya konsumen luar negeri selalu bertambah.

"Sebenarnya kami tiap tahun datangkan buyer dari luar negeri dan tiap tahun bertambah," ujar Komite International Trade Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Fachry Thalib.

Pemerintah pun menggenjot kerajinan tangan Indonesia untuk merambah pasar internasional. Hal ini untuk meningkatkan nilai ekspor Tanah Air.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berpesan agar produk-produk kerajinan asal Indonesia semakin berkualitas dan mampu merambah pasar internasional.

Ada beberapa hal yang dipesankan JK kepada para pelaku industri kerajinan di Indonesia. Pesan pertama, untuk bisa menjangkau pasar internasional, produk kerajinan asal Indonesia harus mampu bersaing dengan produk-produk negara lain. Kuncinya, lanjut JK, adalah kepekaan terhadap keinginan pasar atau calon pembeli.

"Kadang-kadang kita keliru untuk merasa punya yang terbaik, padahal dalam bisnis itu terbaik untuk pembeli," tutur JK, Rabu (20/4).

Selain itu, lanjut JK, untuk memenangkan persaingan global, pelaku industri kerajinan Indonesia harus menguasai tiga hal, yakni kualitas, harga dan waktu pengiriman.

"Kita boleh kualitas, tapi mahal bagaimana? Harus ketiga-tiganya (kualitas, harga, waktu pengiriman)," imbuh JK.

Beberapa produk kerajinan tangan asal Indonesia memang menarik wisatawan asing. Bahkan, banyak kerajinan tangan yang sudah menjadi primadona di pasar Eropa

Kerajinan kulit kerang

Keindahan bawah laut tidak hanya dapat dinikmati dari dalam air saja. Bahkan, keindahan hasil laut dapat diolah menjadi hiasan bernilai tambah.

Pada Inacraft 2016 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) dipamerkan hiasan dari hasil laut. Kekayaan hasil laut ternyata tidak hanya dalam bentuk makanan, ada juga produk seni yang mampu menembus pasar Eropa.

"Kami mengolah kulit kerang menjadi kerajinan tangan khas Indonesia," ujar Pemilik Fantasea, Stephen Michael Tan di Jakarta, Rabu (20/4).

Beberapa produk kreatif tersebut adalah hiasan dari kulit kerang, fosil kerang laut dan juga berbagai pernak-pernik hasil laut. Semua produk ini merupakan hasil dari kerajinan tangan.

Salah satu hiasan dari kulit kerang yang diolah menjadi mangkok oval dan sendok harganya mencapai Rp 10 juta. Sedangkan fosil jenis nautilus (sejenis kerang) dengan diameter kurang lebih 21 cm ditawarkan dengan harga Rp 35 juta.

Fosil kerang yang lebih kecil saja harganya mencapai Rp 1 juta lebih. Adapun, pernak-pernik aksesoris yang ditawarkan berupa tusuk konde, kalung, gelang, semuanya dari kulit kerang.

Kerajinan tangan ini tak hanya menyedot perhatian pengunjung lokal. Beberapa pengunjung pameran berkebangsaan Belanda, Jerman, Korea, Tiongkok dan Jepang begitu tertarik dengan kerajinan ini.

Tak tanggung-tanggung beberapa pengunjung mancanegara memborong hasil kerajinan ini sebagai souvenir. Hal ini jadi bukti kerajinan tangan Indonesia sudah mampu tembus pasar internasional.

Busana muslim wanita

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berjanji akan menjadikan produk busana muslim karya usaha kecil menengah sebagai andalan di pasar ekspor.

"Saat ini kita jadi pusat busana muslim di dunia. Dengan demikian akan kami coba busana muslim wanita sebagai andalan ekspor ke depan," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan dan Daya Saing Koperasi dan UKM Kemenko Perekonomian, Muhammad Rudy Salahuddin seperti ditulis Antara Yogyakarta, Rabu (20/4).

Rudy mengatakan, pihaknya segera melakukan upaya penyempurnaan mulai aspek kreativitas desain hingga industri garmen busana itu.

Selain itu, kata Rudy, Kemenko Perekonomian juga akan memberikan penguatan dalam pemenuhan infrastruktur dan suprastruktur pemasaran busana muslim.

Dalam aspek dukungan suprastruktur misalnya, pemerintah akan melibatkan diaspora atau warga negara Indonesia yang bermukim di luar negeri sebagai agen pamasaran produk Indonesia.

"Mereka cukup efektif menjadi agen pemasaran kita di luar negeri dengan menyampaikan produk dari mulut ke mulut di negara mereka tinggal," kata dia.

Pemerintah berjanji akan memberikan insentif untuk ekspor produk itu. Termasuk persoalan perizinan, kata dia, juga akan lebih dipermudah.

Menurut Rudy, busana muslim karya UKM di Indonesia saat ini telah menjadi kiblat atau rujukan negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

"Oleh sebab itu kami akan menggodok supaya produk ini menjadi 'national interest' sebagai andalan ke depan," kata Rudy.

Batu mulia khas Borneo

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) secara resmi membuka ajang pameran produk-produk kerajinan khas Indonesia bernama Inacraft di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta. Acara ini diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan PT Mediatama Binakreasi.

Pameran ini akan berlangsung selama 5 hari ini, mulai hari Rabu dan ditutup hari Minggu (23/4) dengan mengusung tema The Splendor of Minangkabau. Pameran menyuguhkan berbagai kerajinan unik, seperti dari pulau Borneo. Setidaknya ada 227 Exhibitor yang mengikuti pameran tersebut.

Berbagai produk kerajinan tangan yang dipamerkan antara lain tas, perhiasan, pakaian, ukiran kayu dan produk kreativitas lainnya.

Kemudian ada juga exhibitor yang menampilkan pameran batu mulia khas pulau Borneo. Bongkahan batu-batu mulia yang dipamerkan menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta batu mulia. Batu mulia dari pulau Borneo sudah termasyur karena keindahannya. Harga yang ditawarkan pun cukup fantastis. Batu mulia seberat 81,23 kg dihargai Rp 65 juta. Sedangkan batu-batu yang lebih kecil dihargai Rp 200.000 sampai jutaan.

Tidak hanya itu, pameran ini juga disemarakkan dengan kesenian-kesenian dari Minangkabau.

Lukisan tenun

Pameran produk kerajinan khas Indonesia atau Inacraft 2016 kembali digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Pameran ini menyuguhkan banyak produk kreatif, salah satunya adalah seni colaste.

Pelaku seni colaste, Fatchurohman menjelaskan, hasil karyanya merupakan perpaduan seni foto kolase dan pertenunan. Fatchurohman menjadikan potongan tenun sebagai bahan lukisan.

"Kain ini saya pakai sebagai warna. Kalau orang melukis kan menggunakan cat, saya menggunakan potongan-potongan kain," jelas Fatchurohman kepada merdeka.com di pameran Inacraft, Rabu (20/4).

Ide membuat colaste ini muncul dari pengalaman Fatchurohman yang pernah menjadi desainer tekstil. Dia juga lama menggeluti bidang handmade papper. Pengalamannya di pembuatan kertas dan pengetahuannya dalam bidang tekstil dikombinasi sehingga menghasilkan karya yang unik.

Hasil karya Fatchurohman yang telah digeluti selama 8 tahun ini menembus Beijing, Shanghai, dan Malaysia.

Harga satu buah karya Fatchurohman mencapai Rp 70 juta, dan tergantung dari ukuran dan tingkat kerumitan.

"Menurut saya, apapun pengalaman itu menjadi penting. Tanpa pengalaman saya di bidang tekstil dan pembuatan kertas, ini tidak akan terjadi," tutupnya.